Laporan Utama

1 06 2011

Iklan




Awas, Candu Dunia Maya!

25 05 2011

CANDU dunia maya, itulah masalah yang menjadi pusat perhatian banyak orang saat ini. Betapa tidak, pesatnya perkembangan internet di Indonesia, memungkinkan setiap orang mengakses apapun yang ia inginkan melalui komunikasi maya. Hal ini didorong juga dengan penyediaan akses internet melalui jasa warung internet (warnet-red) yang berkembang pesat bagai jamur di musim hujan.

Fasilitas internet juga berpotensi bagi setiap orang membangun komunikasi dunia maya. Untuk bisa mengakses internet, tidak dibutuhkan proses yang lama dan cara yang sulit. Paling praktis, cukup dengan mendatangi warung internet, atau melalui akses wifi yang tersedia secara gratis di kafe, di perkantoran dan lainnya. Di samping itu, tidak perlu dengan komputer, melalui laptop atau perangkat gadget seperti handphone, setiap orang bisa berkomunikasi via internet. Inilah yang mendorong fenomena candu dunia maya berkembang akhir-akhir ini. Hal demikian tidak hanya melanda kalangan dewasa, melainkan juga merambah kalangan remaja sampai anak-anak.

InternetBila kita menyempatkan diri berkunjung ke jasa penyedia fasilitas internet seperti warnet misalnya, maka potret remaja yang sibuk berhadapan dengan sebuah dunia baru bernama dunia maya adalah pemandangan yang biasa. Berkomunikasi di dunia maya menjadi aktivitas yang lumrah bagi setiap orang, karena untuk melakukannya tidak sulit alias mudah dan fleksibel.

Seperti halnya yang terjadi di tengah-tengah kehidupan pelajar saat ini, bila diberi kesempatan untuk mengakses internet di sekolah, maka situs yang pertama kali di akses adalah situs-situs jejaring sosial yang hadir begitu ramai di dunia maya saat ini. Hal yang sama juga bisa kita temukan melalui warnet-warnet yang menjamur di Kota Padang. Banyak pengguna internet yang menggunakan akses internet guna kepentingan dunia maya. Situs jejaring sosial yang paling trend saat ini yaitu facebook, twitter, skype, plurk, dan situs sejenis lainnya. Tetapi yang paling popular di semua kalangan yaitu situs jejaring sosial yang dibuat oleh Mahasiswa Harvard,  Mark Zuckerberg.

Hal ini kontan mengundang para pelajar untuk angkat bicara. Revisca Nesa, pelajar asal SMAN 14 Padang, kepada SMS mengatakan hal utama yang menyebabkan remaja, khususnya pelajar sekarang kecanduan dunia maya adalah faktor dunia maya itu sebagai sarana tempat mencari teman yang banyak bagi remaja. Revisca menambahkan, situs yang populer di kalangan remaja saat ini tentu saja Facebook. “Facebook bisa membuat kita menjelajahi dunia walaupun cuma di dunia maya aja,” kata dia, Sabtu (21/5). Biasanya remaja memanfaatkan komunikasi dunia maya untuk mencari informasi, tugas-tugas sekolah dan untuk menambah teman.

Kendati demikian, Revisca tidak menutupi dunia maya juga berpotensi untuk memicu hal-hal yang negatif. “Tapi, itu tergantung sikap mereka masing-masing. Kalau sikap mereka itu cenderung ke  arah yang negatif, mereka pasti membuka hal-hal yang negatif itu,” ungkapnya. Ia menambahkan, kalau tujuan mereka memang mencari informasi, mereka pasti tidak akan membuka situs-situs yang bepretensi ke  arah negatif. Soal fenomena candu dunia maya belakangan ini, menurut Revisca, aktivitas berselancar di dunia maya terkadang hanya membuang waktu saja. “Belum tentu juga mereka (para pecandu dunia maya-red) mencari informasi kalau nggak mereka hanya membuang waktu saja di depan internet,” kata cewek yang hobi browsing ini.

Di tempat terpisah, Dodi Ario Putra, siswa SMA Negeri 2 Padang kepada SMS, Sabtu (21/5) kemarin mengatakan seseorang yang dikatakan kecanduan dunia maya bila orang tersebut setiap saat waktunya digunakan untuk berinteraksi di dunia maya. “Seperti berinteraksi di dunia maya game online, browsing, hingga komunikasi jejaring sosial facebook atau twitter,” papar Dodi. Dodi menambahkan, kecanduan tersebut, memicu perubahan watak seseorang menjadi individu yang individualis. “Karena kecanduan, orang yang candu dunia maya akan menjadi individi yang selalu mengurung diri di kamar, atau sama dengan Otaku di Jepang,” kata dia.

Orang yang candu dunia maya, kata Dodi, akan menjadi seseorang yang apatis terhadap lingkungan sosialnya. “Biasanya kalau kecanduan dunia maya, orang akan jadi asosial. Dia tidak mengetahui apapun yang terjadi di sekelilingnya, namun dia mengetahui atau bahkan bisa saja terkenal di dunia luar berkat kecanduannya tersebut,” tambahnya. Selain itu, ia menambahkan dampak dari sosialisasi itu adalah perilaku individu sendiri. “Biasanya bisa dilihat dari gayaorangnya yang cenderung cuek, dan acuh tak acuh dengan orang di sekeliingnya,” katanya. Yang lebih parah, kata dia menambahkan, seperti lupa makan karena lupa dengan waktu, lupa mandi, lupa belajar dan lupa melakukan kewajiban lain yang seharusnya ia dahulukan. (Dodi Prananda, Alfioni Parsiska, Yolanda Novia Ardhila, Dian Putri Asriani)